Cerita KamiCerita Kami
Setiap kreasi yang berkesan dimulai jauh sebelum dapur. Ia dimulai dari sumbernya.

Dekat dengan sumber
Di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, pusat kuring vanili kami berdiri di tengah desa petani vanili. Di dekat Danau Poso, Sulawesi Tengah, pusat fermentasi kakao kami berada di antara kebun kakao, gunung, dan danau. Kedekatan ini memungkinkan kami merawat setiap langkah dan membangun hubungan langsung dengan petani.
Dari Sulawesi ke seluruh dunia
Vanili yang dikuring dan kakao yang difermentasi dengan cermat dikirim ke fasilitas ekstraksi vanili dan pabrik cokelat kami di dekat Jakarta, lalu diolah menjadi ekstrak, pasta, bubuk, couverture, dan bahan lain untuk dapur profesional.
Tumbuh bersamaKeberlanjutan dibangun lewat hubungan
Bagi kami, keberlanjutan dimulai dari manusia. Kami bekerja langsung dengan mitra petani, berinvestasi pada edukasi pascapanen, mendorong sistem agroforestri, memperkuat pengolahan lokal, dan membangun kemitraan jangka panjang yang menguntungkan komunitas petani sekaligus dapur profesional.
Dengan menjaga lebih banyak nilai tetap di daerah asal, kami ingin membangun masa depan di mana bahan baku istimewa juga menciptakan peluang yang bermakna bagi orang-orang yang menghasilkannya.
- 300+Mitra petani
- OrganikVanilla bersertifikat organik
- Dipimpin perempuanTim sortir & kuring vanilla
- TertelusuriRantai pasok dari kebun
- Jangka panjangKemitraan dengan petani
- Farm-to-couvertureProduksi cokelat terintegrasi
Tertelusuri, berkelanjutan, inklusif
Kami membangun ekosistem yang menciptakan nilai di daerah asal, melibatkan komunitas lokal, menghormati lingkungan, dan membuat semua pihak tumbuh bersama. Bahan yang luar biasa tidak pernah kebetulan: ia hasil dari manusia, keahlian, ketertelusuran, dan terroir.
Rasakan asal-usulnyaKunjungi tempat segalanya bermula
Setiap tahun kami menyambut chef, chocolatier, pastry chef, baker, profesional kuliner, dan mitra dari seluruh dunia untuk merasakan langsung kebun dan fasilitas produksi kami.
Bersama-sama kami memanen kakao, mengkuring vanili, mengunjungi pusat fermentasi, bertemu keluarga petani, dan mengenal orang-orang di balik setiap bahan. Karena sebagian hal hanya bisa dipahami dengan mengalaminya.
Rencanakan kunjungan via WhatsApp